JAKARTA, INFODEMOKRASI.COM — Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., terus memacu agenda kerja maraton dengan menggelar rapat koordinasi strategis bersama tiga instansi kunci: Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Gizi Nasional (BGN). Pertemuan ini bertujuan mempertajam implementasi program prioritas pemerintah di sektor kesehatan untuk tahun anggaran 2026.
Dalam rapat tersebut, Teh Celly menekankan pentingnya integrasi lintas lembaga untuk memastikan kebijakan kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri. Fokus utama pembahasan tertuju pada penguatan ketahanan pangan nasional melalui peran Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini menjadi pilar dalam mendukung program makan bergizi bagi anak-anak dan kelompok rentan.
“Tahun 2026 harus menjadi titik balik bagi kualitas kesehatan masyarakat. Sinergi antara Kemenkes dalam layanan medis, BPOM dalam pengawasan keamanan pangan dan obat, serta BGN dalam pemenuhan gizi, adalah kunci utama menuju Indonesia Emas,” tegas Teh Celly di tengah jalannya diskusi di Senayan.
Beliau juga memberikan catatan khusus kepada BPOM terkait pengawasan ketat terhadap peredaran produk makanan di lingkungan sekolah dan pemukiman warga guna mencegah gangguan kesehatan jangka panjang. Sementara kepada Kemenkes, dr. Cellica mendorong pemerataan fasilitas kesehatan di daerah terpencil agar tidak ada kesenjangan layanan di tahun 2026 mendatang.
Terkait program prioritas 2026, Teh Celly menyoroti isu-isu strategis seperti kemandirian bahan baku obat dalam negeri serta perluasan jangkauan imunisasi nasional. Beliau berharap Badan Gizi Nasional dapat bergerak cepat dalam menekan angka malnutrisi dengan standar gizi yang selaras dengan rekomendasi medis dari Kementerian Kesehatan.
Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa poin rekomendasi yang akan segera ditindaklanjuti secara teknis oleh masing-masing kementerian dan lembaga. Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dari akar rumput hingga tingkat nasional.







Tinggalkan Balasan