BEKASI, INFODEMOKRASI.ID โ Kawasan Bantar Gebang kembali dilanda duka mendalam. Hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Bekasi selama lebih dari lima jam mengakibatkan terjadinya tanah longsor di area pemukiman yang berbatasan langsung dengan zona penyangga pembuangan sampah pada Senin (09/03/2026).
Longsoran yang membawa material tanah bercampur sisa pembuangan tersebut menerjang sejumlah bangunan non-permanen dan rumah warga, menyebabkan kepanikan luar biasa serta jatuhnya korban jiwa.
Kronologi Kejadian: Suara Gemuruh di Tengah Hujan
Menurut penuturan saksi mata di lokasi, kejadian berlangsung sekitar pukul 03.30 WIB dini hari saat sebagian besar warga masih terlelap. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh besar yang diikuti oleh getaran kuat di permukaan tanah.
“Suaranya seperti truk besar yang menumpahkan material dalam jumlah banyak. Dalam hitungan detik, tembok rumah di bagian belakang langsung jebol tertimbun tanah,” ujar salah satu warga yang berhasil menyelamatkan diri.
Tim BPBD Kota Bekasi bersama relawan dan unsur TNI-Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan dan material longsoran.
Daftar Korban dan Dampak Kerusakan
Hingga laporan ini diturunkan, posko darurat mencatat data sementara sebagai berikut:
- Korban Meninggal Dunia: 3 orang (teridentifikasi sebagai satu keluarga yang terjebak di dalam kamar saat longsor terjadi).
- Korban Luka-Luka: 7 orang (saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Bantargebang).
- Warga Mengungsi: Lebih dari 50 kepala keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke tenda darurat karena rumah mereka dinyatakan tidak aman atau berada di zona merah rawan longsor susulan.
Faktor Penyebab: Drainase Buruk dan Beban Lahan
Pihak berwenang menduga kuat bahwa longsor ini dipicu oleh dua faktor utama:
- Saturasi Air Tanah: Curah hujan yang sangat tinggi membuat struktur tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat.
- Drainase yang Tersumbat: Tumpukan sampah dan minimnya saluran air yang memadai membuat aliran air permukaan meresap secara liar ke dalam tebing tanah, memicu pergeseran massa tanah secara masif.
Upaya Evakuasi dan Penanganan Medis
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi menyatakan bahwa proses evakuasi terkendala oleh medan yang licin dan tumpukan material yang cukup dalam. Alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pencarian korban yang dilaporkan hilang.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal di bawah reruntuhan. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penyediaan logistik bagi para pengungsi,” tegasnya.
Himbauan bagi Masyarakat
Teh Celly, yang turut memantau perkembangan bencana ini, menghimbau warga yang tinggal di lereng atau area bawah tumpukan untuk segera mengungsi sementara jika hujan deras kembali turun dengan durasi lebih dari dua jam. Kewaspadaan dini menjadi kunci utama untuk menghindari jatuhnya korban tambahan.







Tinggalkan Balasan