SEMARANG, INFODEMOKRASI.COM — Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang pada Kamis (03/07/2025). Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, ini bertujuan meninjau kesiapan institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan (nakes) yang siap menghadapi transformasi kesehatan global.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, sosok yang akrab disapa Teh Celly ini mengaku sangat terkesan dengan fasilitas pendidikan yang dimiliki Poltekkes Semarang. Keberadaan fasilitas laboratorium yang didesain menyerupai rumah sakit asli atau Mini Hospital dinilai sebagai terobosan krusial agar mahasiswa tidak kaget saat terjun ke lapangan.
“Kami mengapresiasi Poltekkes Semarang yang mampu menciptakan ekosistem belajar modern dan inovatif. Fasilitas Mini Hospital di sini sangat mirip dengan realita lapangan. Ini adalah standar yang patut dicontoh oleh Poltekkes lain di seluruh Indonesia untuk melahirkan nakes yang kompeten,” ujar Teh Celly di sela peninjauan.
Namun, di balik kekagumannya, dr. Cellica memberikan catatan serius terkait ketersediaan nakes di tingkat akar rumput. Berdasarkan laporan resmi yang diterima, Indonesia saat ini masih mengalami defisit besar, di mana lebih dari 8.000 nakes dibutuhkan di Puskesmas seluruh Indonesia, dan lebih dari 3.000 Puskesmas belum memenuhi standar minimal SDM.
Menanggapi data tersebut, Teh Celly mendukung penuh usulan pembukaan program studi D-IV baru di Poltekkes Semarang. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan analis laboratorium, tenaga gizi, bidan, dan perawat tidak bisa ditunda lagi demi keadilan akses kesehatan.
“Bayangkan satu Puskesmas tanpa analis lab atau tenaga gizi. Bagaimana kita bisa bicara pelayanan berkualitas? Komisi IX terus mendorong penguatan pendidikan vokasi kesehatan. Ini bukan soal angka statistik, tapi soal hak warga negara di desa terpencil hingga pelosok kepulauan untuk mendapatkan layanan yang layak,” tegasnya.
Teh Celly menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi kemajuan bangsa, dan fondasi tersebut hanya bisa kuat jika para nakes di garis depan memiliki kualitas dan jumlah yang memadai. Beliau berkomitmen akan terus mengawal usulan penambahan prodi dan penguatan anggaran pendidikan vokasi agar krisis tenaga kesehatan di Puskesmas segera teratasi.







Tinggalkan Balasan