Cisarua Diterjang Longsor: Akses Jalan Terputus dan Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

|

47 Views

BANDUNG BARAT – INFODEMOKRASI.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat sejak sore kemarin memicu bencana tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Cisarua. Hingga hari ini, material tanah dan bebatuan dilaporkan masih menutupi akses jalan utama serta mengancam sejumlah pemukiman warga di sekitarnya. Kondisi tanah yang labil akibat serapan air yang berlebih membuat pergerakan tanah susulan masih berpotensi terjadi, mengingat cuaca di lokasi masih terpantau mendung tebal. Situasi di lapangan menunjukkan dampak yang cukup serius, di mana beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding dan fondasi akibat terjangan material longsoran. Guna menghindari jatuhnya korban jiwa, puluhan kepala keluarga telah dievakuasi oleh petugas gabungan ke titik pengungsian sementara di kantor desa dan sarana ibadah yang dinilai lebih aman.

Mendengar kabar musibah tersebut, tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah daerah bergerak cepat dalam melakukan mitigasi bencana jangka panjang. Ia menekankan bahwa musibah ini harus menjadi pengingat pentingnya menjaga ekologi di wilayah perbukitan agar tidak terus memakan korban. “Saya turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Cisarua. Fokus utama sekarang adalah keselamatan warga dan pemenuhan logistik di pengungsian. Namun, ke depan, tata ruang dan penanaman pohon di area lereng harus diperketat agar akar pohon bisa mengikat tanah dengan kuat saat hujan ekstrem datang,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut saat dihubungi.

Di lokasi kejadian, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD untuk segera menerjunkan alat berat guna membuka akses jalan yang lumpuh total. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat untuk memastikan anggaran bantuan dapat segera dikucurkan. Camat Cisarua pun menambahkan bahwa pihaknya terus mendata kerugian materiil serta memastikan ketersediaan dapur umum bagi warga. “Kami pastikan bantuan medis dan makanan siap saji sampai ke tangan warga hari ini juga. Kendala kami saat ini hanya cuaca yang masih labil, sehingga pengerjaan alat berat dilakukan dengan sistem buka-tutup demi keamanan petugas,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Jajang (45), menceritakan detik-detik mencekam saat tanah di belakang rumahnya mulai bergeser. Menurutnya, suara gemuruh terdengar sangat keras sesaat setelah azan Magrib, yang kemudian diikuti dengan getaran hebat di lantai rumahnya. “Suaranya seperti truk besar lewat, saya langsung teriak menyuruh anak istri keluar rumah hanya membawa baju di badan. Sekarang rumah saya tertimbun bagian dapurnya, saya hanya berharap ada bantuan untuk perbaikan dan tempat tinggal kami aman kembali,” ungkapnya dengan nada lirih. Senada dengan Jajang, Ibu Siti yang kini berada di pengungsian berharap agar penanganan akses jalan segera selesai karena aktivitas ekonomi warga menjadi terhambat total.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan bersama relawan masih berjibaku di lokasi untuk membersihkan sisa-sisa material longsor. Pemerintah setempat terus mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di zona rawan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila melihat tanda-tanda alam seperti rekahan tanah atau air yang mendadak keruh. Koordinasi intensif antara pihak kecamatan dan BPBD terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perlindungan yang maksimal serta mempercepat pemulihan jalur transportasi agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *