JAKARTA, INFODEMOKRASI.ID – Memasuki H-1 perayaan Idul Fitri 1447 H pada Jumat (20/03/2026), gelombang pemudik yang meninggalkan wilayah Jabodetabek masih terpantau sangat tinggi. Berdasarkan data terbaru dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu dan Polri, tercatat arus kendaraan yang keluar dari Jakarta tetap konsisten di angka yang masif meskipun puncak arus mudik diprediksi telah terlewati dua hari sebelumnya.
Statistik Kendaraan Keluar Jakarta (20 Maret)
Berdasarkan laporan harian Operasi Ketupat 2026, pada periode 20 Maret pagi hingga sore hari, tercatat:
- Gerbang Tol Utama: Sebanyak 117.016 kendaraan terpantau keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi).
- Jalur Arteri: Pergerakan kendaraan di ruas arteri keluar Jabodetabek justru menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni mencapai 474.454 unit, didominasi oleh pemudik sepeda motor dan kendaraan pribadi yang menghindari kepadatan tol.
Kumulatif Mudik 2026: Rekor Sepanjang Sejarah
Secara kumulatif, periode mudik tahun 2026 ini mencatatkan angka pertumbuhan yang luar biasa. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1,81 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode H-10 hingga H-1 (11–20 Maret 2026).
Puncak arus mudik sendiri pecah pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan rekor 270.315 kendaraan dalam satu hari—angka tertinggi dalam sejarah arus mudik di Indonesia.
Distribusi Arus Lalu Lintas
Arah timur (Trans Jawa dan Bandung) tetap menjadi primadona tujuan utama masyarakat. Berikut rincian distribusinya:
- Arah Timur (Trans Jawa & Bandung): Mendominasi sebesar 50% lebih dari total lalu lintas.
- Arah Barat (Merak/Sumatera): Mengalami lonjakan signifikan terutama pada jasa penyeberangan.
- Arah Selatan (Puncak/Sukabumi): Terpantau padat oleh pemudik lokal dan wisatawan dini.
Himbauan Keamanan dan Arus Balik
Menhub Dudy Purwagandhi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam tinjauannya di JMTC Cikampek mengingatkan masyarakat untuk mulai merencanakan arus balik dengan bijak.
“Alhamdulillah, arus mudik hingga H-1 ini berjalan terkendali meski volumenya luar biasa besar. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol 30% yang akan diberlakukan pada periode balik awal guna menghindari penumpukan di tanggal 28-29 Maret mendatang,” ujar Menhub.
Pemerintah juga mengapresiasi masyarakat yang telah mematuhi aturan pembatasan operasional truk sumbu tiga, yang terbukti efektif mengurangi kemacetan di titik-titik krusial seperti Cikampek dan Karawang.







Tinggalkan Balasan