Lestarikan Warisan Budaya, Teh Celly Edukasi Warga Cara Buat Jamu Aman dan Bermutu

|

1 Views

PURWAKARTA, INFODEMOKRASI.COM โ€” Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., menggelar kegiatan edukasi khusus mengenai pembuatan dan penggunaan jamu yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Agenda ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis dengan Direktorat Produksi dan Distribusi Farmasi, Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kementerian Kesehatan RI.

Dalam kegiatan tersebut, Teh Celly menekankan bahwa jamu bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari ketahanan kesehatan nasional yang harus dikelola secara profesional. Beliau mengajak masyarakat, terutama para pelaku IKM dan ibu rumah tangga, untuk memahami standar keamanan dalam mengolah tanaman obat keluarga (TOGA).

“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa. Namun, jamu yang bermanfaat harus lahir dari proses yang benar. Jangan sampai jamu yang niatnya untuk sehat, justru berbahaya karena dicampur bahan kimia obat (BKO) atau prosesnya tidak higienis,” ujar Teh Celly di tengah sesi praktik pembuatan jamu.

Tim ahli dari Direktorat Produksi dan Distribusi Farmasi Kemenkes turut memberikan bimbingan teknis mengenai standarisasi produksi. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan baku yang berkualitas, metode ekstraksi yang tepat, hingga cara penyimpanan agar khasiat jamu tetap terjaga dan terhindar dari kontaminasi bakteri.

Teh Celly juga menyoroti aspek “Bermanfaat” dari jamu. Beliau mengedukasi warga agar menggunakan jamu sesuai dengan dosis dan peruntukannya. Sebagai seorang dokter, beliau mengingatkan bahwa jamu berfungsi sebagai preventif (pencegahan) dan promotif (menjaga kesehatan), sehingga penggunaannya harus tetap rasional.

“Melalui kolaborasi dengan Ditjen Farmalkes ini, saya ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi langsung dari sumbernya. Kita ingin jamu naik kelas; dari dapur rumah tangga hingga menjadi produk yang diakui kualitasnya secara medis dan distribusi,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta yang langsung mempraktikkan cara pengolahan jamu sesuai standar kesehatan. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi jamu untuk konsumsi pribadi, tetapi juga berpotensi mengembangkannya sebagai peluang ekonomi kreatif yang aman dan tersertifikasi.

Di akhir acara, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana berkomitmen untuk terus mendorong regulasi yang memudahkan izin produksi jamu skala rumah tangga, selama standar mutu dan keamanan yang diajarkan oleh Kemenkes tetap menjadi prioritas utama para perajin jamu.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *