Menjemput Harapan di Bumi Flobamorata: Teh Celly Soroti Kesenjangan SDM dan Kesehatan di NTT

|

2 Views

KUPANG, INFODEMOKRASI.COM — Di bawah langit biru Kota Kupang, Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., bersama rombongan Komisi IX melakukan kunjungan kerja mendalam ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan misi kemanusiaan untuk membedah tantangan besar yang dihadapi warga di Bumi Flobamorata.

Meskipun terpesona dengan keramahan warga dan keindahan alam dari Flores hingga Timor, Teh Celly mengungkapkan rasa prihatinnya setelah membedah data lapangan bersama pemerintah daerah dan BPS. Fokus utama beliau tertuju pada rapuhnya sektor ketenagakerjaan dan distribusi layanan kesehatan yang belum merata.

“Hati saya miris melihat data Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT. Mayoritas dari mereka yang berangkat ke luar negeri hanya lulusan SD atau SMP. Saya membayangkan betapa berat perjuangan mereka di negeri orang dengan bekal keterampilan yang sangat terbatas,” ungkap Teh Celly penuh empati.

Berdasarkan data tahun 2024, lebih dari seribu warga NTT mengadu nasib ke luar negeri, terutama Malaysia. Sementara di dalam negeri, meski angka pengangguran tergolong rendah (3,02%), sebagian besar warga bekerja sebagai pekerja keluarga tanpa upah yang pasti. Hal ini mendorong Teh Celly untuk mendesak penguatan balai latihan kerja dan pendidikan vokasi agar tenaga kerja NTT memiliki daya saing dan perlindungan yang lebih baik.

Di sektor kesehatan, dr. Cellica menyoroti distribusi tenaga medis yang masih timpang di 442 Puskesmas dan 63 Rumah Sakit yang tersebar di wilayah kepulauan NTT. Beliau mencatat bahwa meskipun persalinan sudah mulai tertangani oleh bidan dan dokter, ketersediaan tenaga kesehatan spesialis dan tenaga kesehatan tradisional masih menjadi “lubang” besar dalam sistem layanan kesehatan daerah.

“Kunjungan ini membuka mata kami bahwa tugas DPR bukan hanya mendengar, tapi memastikan adanya tindak lanjut yang nyata. Pendidikan, pelatihan kerja, dan pemerataan tenaga medis harus bergerak serentak secara lintas kementerian,” tegasnya.

Teh Celly meyakini bahwa dengan potensi luar biasa yang dimiliki NTT, sinergi kuat antara legislatif dan pemerintah pusat dapat mengubah tantangan ini menjadi peluang. Beliau berkomitmen untuk mengawal kebijakan insentif bagi tenaga medis di daerah kepulauan dan memperluas akses jaminan sosial bagi para pekerja di NTT demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya saing.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *