Pastikan Gizi Aman, Teh Celly Kawal Standar Higiene Dapur Sekolah

|

27 Views

KARAWANG – Keamanan pangan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan program strategis nasional. Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes, menegaskan bahwa kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diukur dari ketepatan distribusi, tetapi juga dari standar kesehatan dapur penyedia makanan. Hal ini disampaikannya guna memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan yang benar-benar sehat dan higienis.

Dalam pemantauannya di lapangan, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes menyoroti pentingnya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi bagi setiap unit penyedia makanan atau dapur umum yang terlibat. Menurutnya, tanpa sertifikasi dan pengawasan ketat, risiko kontaminasi pangan dapat mengancam kesehatan siswa, yang justru bertolak belakang dengan tujuan utama program tersebut.

“Kita sedang membangun generasi masa depan. Oleh karena itu, dapur yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis wajib memenuhi standar kelaikan higiene. Bukan hanya soal rasa, tapi soal prosedur pengolahan, kebersihan peralatan, hingga sanitasinya harus bersertifikat agar kualitas gizi yang sampai ke tangan anak-anak kita tetap terjaga,” ujar dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi sektor kesehatan, beliau meminta instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan BPOM, untuk melakukan pendampingan intensif bagi pengelola dapur program MBG. Ia mengingatkan bahwa kedaulatan pangan dimulai dari keamanan pangan itu sendiri. Sertifikasi laik higiene bukan sekadar urusan administratif, melainkan jaminan perlindungan bagi konsumen, dalam hal ini adalah para siswa.

“Saya tidak ingin ada kompromi soal kebersihan. Kita harus memastikan bahwa makanan yang disajikan bebas dari bakteri dan zat berbahaya. Sertifikasi ini adalah bukti komitmen negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan anak bangsa,” tambahnya dengan tegas.

dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes juga mengimbau pihak sekolah dan komite orang tua untuk turut aktif melakukan pengawasan mandiri terhadap kualitas makanan harian. Melalui sinergi antara regulasi pemerintah pusat dan pengawasan di tingkat daerah, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan tanpa adanya insiden kesehatan akibat kelalaian sanitasi.

“Kualitas gizi adalah fondasi cerdasnya anak bangsa. Mari kita pastikan setiap suapan yang mereka makan lahir dari proses yang bersih, sehat, dan bersertifikat resmi,” pungkas dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *