JAKARTA, INFODEMOKRASI.COM — Mengawali agenda kerja parlemen pagi ini, Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., menggelar rapat kerja intensif bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan pengawasan dan proteksi kesehatan masyarakat melalui regulasi yang lebih ketat.
Dalam forum tersebut, Teh Celly menyoroti berbagai isu krusial mulai dari pengawasan keamanan pangan yang beredar di masyarakat hingga standarisasi obat-obatan yang harus terjamin mutunya. Beliau menekankan bahwa fungsi pengawasan BPOM harus semakin diperkuat seiring dengan dinamisnya peredaran produk di pasar digital maupun konvensional.
“Urusan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ini bukan sekadar angka atau data, melainkan sesuatu yang berdampak langsung pada kualitas hidup rakyat Indonesia. Perlindungan optimal adalah hak setiap warga,” tegas Teh Celly di sela rapat.
Diskusi pagi ini juga membahas mengenai penguatan regulasi agar BPOM memiliki taring yang lebih tajam dalam menindak pelanggaran keamanan produk. Teh Celly mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara BPOM dengan pemerintah daerah untuk memastikan pengawasan hingga ke pelosok daerah berjalan efektif.
Sebagai dokter dan wakil rakyat, beliau berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang memastikan setiap makanan yang dikonsumsi dan obat yang digunakan masyarakat telah memenuhi standar keamanan yang ketat. Menurutnya, proteksi kesehatan dari hulu ke hilir adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Rapat ini menghasilkan beberapa poin catatan penting yang akan ditindaklanjuti dalam penyusunan anggaran dan regulasi ke depan, guna mewujudkan ekosistem konsumsi yang aman dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.







Tinggalkan Balasan