Santunan Korban Laka Cikampek Cair, Teh Celly Pastikan Hak Ahli Waris Terpenuhi

|

12 Views

CIKAMPEK, INFODEMOKRASI.ID – Perlindungan terhadap risiko kerja bagi masyarakat di sektor informal kini menjadi prioritas utama dalam agenda pengawasan parlemen. Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes (Teh Celly), hadir langsung di tengah masyarakat Cikampek, Kabupaten Karawang, untuk memberikan edukasi masif mengenai pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga ini bukan sekadar sosialisasi rutin. Ini adalah upaya strategis untuk memastikan bahwa profesi seperti pedagang pasar, petani, sopir angkutan, hingga asisten rumah tangga mendapatkan payung perlindungan yang sama dengan pekerja formal. Sinergi antara Komisi IX DPR RI dan BPJS Ketenagakerjaan ini bertujuan memutus rantai kemiskinan baru yang sering kali muncul akibat hilangnya sumber pendapatan keluarga saat tulang punggung mengalami musibah.

Prioritas Utama Demi Ketenangan Mencari Nafkah

Dalam arahannya yang menyentuh hati para peserta, Teh Celly menekankan bahwa kepemilikan jaminan sosial harus digeser paradigmanya: dari sekadar pilihan sukarela menjadi prioritas utama keluarga. Beliau menyoroti bahwa banyak pekerja informal yang sering kali mengabaikan keselamatan kerja karena merasa risiko adalah hal yang jauh, padahal kenyataannya risiko kerja dapat terjadi kapan saja tanpa diduga.

“Kita semua yang hadir di sini bekerja dengan satu niat tulus, yaitu demi kebahagiaan dan masa depan keluarga di rumah. Namun, kita harus jujur pada diri sendiri bahwa risiko di jalan raya atau di tempat kerja itu nyata adanya. Saya ingin memastikan tidak ada lagi warga Cikampek yang merasa sendirian atau terlantar saat tertimpa musibah. Program ini adalah bentuk kasih sayang negara yang nyata, hadir agar ketika tulang punggung keluarga menghadapi risiko, masa depan anak-anak tidak ikut terputus,” ujar Teh Celly dengan penuh empati.

Bukti Nyata: Penyerahan Santunan Korban Kecelakaan Mall Cikampek

Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) secara simbolis kepada ahli waris almarhum salah satu warga. Korban merupakan pekerja informal yang menjadi salah satu korban kecelakaan beruntun tragis di depan Mall Cikampek beberapa waktu lalu.

Momen penyerahan ini menjadi bukti nyata bagi ratusan peserta yang hadir bahwa perlindungan sosial bukan sekadar janji di atas kertas, melainkan bantuan konkret di saat tersulit. Ahli waris menerima hak-hak almarhum yang mencakup santunan kematian, biaya pemakaman, serta manfaat beasiswa pendidikan untuk anak-anak almarhum hingga jenjang perguruan tinggi.

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa santunan ini adalah amanah undang-undang. “Kehadiran kami bersama dr. Hj. Cellica Nurrachadiana adalah untuk menunaikan hak almarhum. Kami sadar, tidak ada nominal yang bisa menggantikan nyawa orang tercinta, namun kami hadir memastikan beban finansial keluarga yang ditinggalkan tidak semakin berat,” tegas perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karawang.

Mengedukasi Kemudahan Peserta Mandiri (BPU)

Sebagai seorang wakil rakyat yang memiliki latar belakang medis dan pengalaman sebagai pemimpin daerah, Teh Celly secara detail menjelaskan kemudahan bagi warga untuk menjadi peserta mandiri. Beliau menekankan bahwa hanya dengan iuran yang sangat terjangkau—mulai dari Rp16.800 per bulan—pekerja informal sudah bisa mendapatkan perlindungan dasar.

“Banyak yang mengira BPJS Ketenagakerjaan hanya untuk orang yang kerja di pabrik atau kantoran. Itu salah besar. Tukang ojek, asisten rumah tangga, hingga pedagang sayur bisa mendaftar sendiri. Dengan menyisihkan sedikit saja uang setiap bulan, Bapak dan Ibu sudah membeli ‘payung’ sebelum hujan. Jika terjadi apa-apa di jalan saat mencari rezeki, negara yang akan menanggung biaya pengobatan dan santunannya,” jelas Teh Celly.

Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Beasiswa Pendidikan

Salah satu poin yang paling ditekankan dalam sosialisasi ini adalah manfaat beasiswa bagi anak peserta. Teh Celly menilai bahwa hilangnya tulang punggung sering kali mengakibatkan anak-anak putus sekolah karena kendala biaya. Dengan program BPJS Ketenagakerjaan, pendidikan anak dijamin hingga sarjana, sehingga impian keluarga untuk meningkatkan derajat hidup tetap terjaga.

Kegiatan diakhiri dengan pesan kuat dari dr. Hj. Cellica Nurrachadiana agar seluruh warga Cikampek tidak menunda-nunda pendaftaran. Beliau berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan jaminan sosial ini agar semakin mudah diakses dan manfaatnya semakin dirasakan oleh rakyat kecil.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya milik mereka yang bergaji tetap. Setiap tetes keringat pekerja informal di Karawang harus dilindungi oleh negara. Mari kita jemput rezeki dengan rasa aman karena kita tahu, ada jaring pengaman yang menjaga keluarga kita di rumah,” pungkas Teh Celly.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *