KARAWANG, INFODEMOKRASI.ID – Dalam upaya memastikan suara masyarakat di daerah tidak sekadar menjadi catatan kaki dalam kebijakan pusat, Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, atau yang akrab disapa Teh Celly, melakukan kunjungan kerja maraton di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (9/2). Kehadiran Teh Celly bersama jajaran pimpinan BAM DPR RI ini membawa misi besar: membedah potensi sekaligus mengurai simpul tantangan pembangunan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan (JASELA).
Kunjungan ini ditegaskan bukan sekadar seremoni formal birokrasi. Bagi Teh Celly, ini adalah langkah nyata untuk memposisikan Cilacap sebagai permata strategis di pesisir selatan Jawa. Dengan luas wilayah yang signifikan serta kekayaan sektor yang komplet—mulai dari keberadaan industri raksasa, konektivitas pelabuhan internasional, hingga kekuatan ketahanan pangan di sektor pertanian dan perikanan—Cilacap memiliki modalitas yang sangat kuat untuk menjadi episentrum kemajuan ekonomi baru di Indonesia.
Membidik Tantangan JASELA: Dari Infrastruktur hingga Digitalisasi SDM
Dalam ruang diskusi yang berlangsung dinamis dan terbuka, Teh Celly memberikan catatan kritis namun konstruktif. Beliau menggarisbawahi bahwa potensi besar yang dimiliki Cilacap tidak akan pernah mencapai titik maksimal jika tantangan fundamental di lapangan tidak segera dicarikan solusinya. Setidaknya, ada tiga isu krusial yang menjadi sorotan utama sang legislator dalam kunjungan tersebut.
Pertama, mengenai konektivitas infrastruktur. Teh Celly memandang perlu adanya integrasi jalur logistik yang lebih mumpuni antara wilayah industri dengan jalur distribusi nasional agar biaya ekonomi dapat ditekan. Kedua, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Di tengah arus digitalisasi dan kehadiran industri padat modal di Cilacap, masyarakat lokal harus dibekali keahlian spesifik agar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Ketiga, mengenai keseimbangan lingkungan. Masifnya pertumbuhan industri raksasa di Cilacap harus tetap berjalan beriringan dengan komitmen perlindungan ekologi demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.
“Bagi saya, forum seperti ini adalah jantung dari demokrasi yang sesungguhnya. Kebijakan nasional tidak boleh lahir dari balik meja dingin di Jakarta saja, melainkan harus tumbuh dari kebutuhan nyata dan tetesan keringat masyarakat di daerah. Kami ingin aspirasi yang kami serap hari ini menjadi rekomendasi konkret dan terukur di parlemen,” tegas Teh Celly dengan penuh optimisme.
Sinergi Lintas Sektor: Menampung Aspirasi dari Akar Rumput
Agenda penyerapan aspirasi ini menjadi panggung kolaborasi yang inklusif. Teh Celly menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Forkopimda Cilacap, khususnya kepada Pj Bupati Cilacap, Mas Syamsul Auliya Rachman, serta kolega di DPR RI, Mbak Ammy Amalia Fatma Surya, yang telah memfasilitasi dialog dua arah tersebut secara transparan.
Nuansa dialog terasa sangat kaya karena melibatkan berbagai elemen masyarakat secara luas. Tidak hanya pejabat pemerintahan, suara-suara jernih juga muncul dari para tokoh pendidikan, praktisi kesehatan yang bergelut di puskesmas dan RSUD, para budayawan yang menjaga identitas lokal, hingga antusiasme mahasiswa serta pelajar sebagai pemegang tongkat estafet masa depan. Teh Celly memberikan perhatian khusus pada keluhan dan saran dari pelaku UMKM serta para kepala desa yang memahami betul denyut nadi persoalan di pelosok desa.
Menurut Teh Celly, setiap masukan yang diterima adalah “bahan baku” kebijakan yang tak ternilai harganya. Baginya, memastikan Kabupaten Cilacap bertransformasi dari sekadar wilayah pendukung menjadi pemain utama dalam kemajuan ekonomi nasional adalah misi yang harus diperjuangkan secara kolektif.
Komitmen Parlemen untuk Cilacap
Menutup rangkaian kunjungannya, Teh Celly memberikan janji politik yang kuat bahwa seluruh poin aspirasi masyarakat Cilacap tidak akan menguap begitu saja. BAM DPR RI akan membawa hasil kunjungan ini ke meja-meja komisi terkait di Senayan untuk memastikan anggaran dan kebijakan pusat benar-benar tepat sasaran bagi wilayah JASELA.
Melalui sinergi yang terus dirawat, harapan agar Cilacap menjadi pilar utama kemakmuran di selatan Jawa kini bukan lagi sekadar impian, melainkan rencana kerja yang nyata. Teh Celly dan BAM DPR RI telah membuktikan bahwa demokrasi yang sehat dimulai dari mendengarkan, dan kemajuan bangsa dimulai dari membangun daerah.







Tinggalkan Balasan