KARAWANG, INFODEMOKRASI.ID โ Upaya menciptakan masyarakat yang tangguh secara kesehatan terus digalakkan di wilayah pesisir Karawang. Berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, tokoh masyarakat Teh Celly menggelar sosialisasi masif Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kecamatan Cibuaya. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat literasi warga dalam mengidentifikasi berbagai ancaman penyakit, mulai dari kategori wabah hingga gangguan pernapasan pada balita.
Kegiatan ini bertujuan mengubah paradigma masyarakat agar lebih proaktif dalam mengenali gejala penyakit sejak dini sebelum kondisi fisik menurun drastis.
Waspada Wabah: Mengidentifikasi Cacar Monyet dan COVID-19
Dalam paparannya, Teh Celly menekankan bahwa meski situasi pandemi telah melandai, ancaman penyakit menular kategori wabah seperti COVID-19 dan Cacar Monyet (Mpox) tetap memerlukan kewaspadaan tinggi. Masyarakat diminta untuk tidak menganggap remeh gejala-gejala kulit atau demam yang tidak biasa.
“Kita harus tetap waspada. Warga Cibuaya harus tahu cara mengidentifikasi gejala awal. Cacar Monyet, misalnya, ditandai dengan bintil bernanah atau keropeng di kulit yang disertai demam. Begitu juga COVID-19 yang gejalanya terus berkembang. Kepekaan kita dalam mengenali gejala dini adalah kunci agar wabah tidak meluas kembali di lingkungan kita,” tegas Teh Celly.
Kesehatan Anak: Mengenal ‘Batuk Berdesit’ dan Gejala Pernapasan
Salah satu sesi yang paling diperhatikan oleh para ibu adalah edukasi mengenai kesehatan paru-paru pada bayi. Teh Celly bersama tim medis Kemenkes memberikan penjelasan mendalam mengenai batuk berdesit (wheezing), sebuah suara napas bernada tinggi yang sering kali diabaikan orang tua.
Gejala batuk berdesit (suara “ngik” saat bayi menarik atau membuang napas) bisa menjadi indikasi awal adanya penyempitan saluran napas, bronkiolitis, atau asma. Warga diajak untuk segera membawa anak ke Puskesmas jika menemukan tanda-tanda sesak napas seperti:
- Dada tampak sangat cekung saat menarik napas.
- Napas yang terlalu cepat atau tersengal-sengal.
- Suara napas yang terdengar jelas meski tidak menggunakan alat medis.
Transformasi Pola Hidup: Gizi Sebagai Benteng Utama
Selain deteksi penyakit, sosialisasi GERMAS di Cibuaya ini mendorong perubahan besar pada pola makan harian. Teh Celly mengajak warga untuk kembali ke prinsip gizi seimbang dan menjauhi kebiasaan buruk dalam mengonsumsi makanan instan.
“Benteng terkuat melawan penyakit bukan hanya obat, tapi asupan gizi yang masuk ke tubuh kita setiap hari. Saya mengajak warga Cibuaya untuk merubah pola hidup; perbanyak sayur, buah, dan protein hewani. Tubuh yang ternutrisi dengan baik akan jauh lebih sulit ditembus oleh virus maupun bakteri,” tambahnya.
Pesan Penutup: Kenali Gejala, Cegah Bahaya
Teh Celly menutup kegiatannya dengan berpesan agar warga tidak ragu menggunakan fasilitas kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah jika merasakan gejala dini. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak awal dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.
Sosialisasi ini disambut antusias oleh ratusan warga Cibuaya yang kini merasa lebih percaya diri dalam memantau kondisi kesehatan anggota keluarga mereka, terutama anak-anak dan lansia yang masuk kategori rentan.







Tinggalkan Balasan