PURWAKARTA, INFODEMOKRASI.ID – Di sela-sela padatnya agenda koordinasi, Teh Celly (dr. Cellica Nurrachadiana) menunjukkan sisi humanisnya dengan turun langsung ke pelosok desa. Kali ini, sebuah kunjungan emosional dilakukan di Kecamatan Bojong, Purwakarta, untuk memastikan bantuan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Bersama Ibu Fatimah Zahrah dari Badan Gizi Nasional (BGN), serta didampingi Camat dan Kepala Desa setempat, Teh Celly mengunjungi kediaman Ade Riri (18), seorang remaja yang tengah berjuang di tengah keterbatasan ekonomi dan akses kesehatan.
Kisah Ade Riri: Pengingat Keras Pentingnya Kehadiran Negara
Ade Riri merupakan potret nyata tantangan sosial yang masih ada di tengah masyarakat. Kehilangan sosok ibu sejak kecil dan hidup dalam kondisi ekonomi memprihatinkan, Riri terpaksa putus sekolah sejak usia 12 tahun. Dampak dari keterbatasan ini juga terlihat pada kondisi fisiknya yang kekurangan asupan gizi seimbang.
“Kondisi Riri menjadi pengingat keras bagi kita semua. Urusan pemenuhan gizi adalah misi kemanusiaan yang tidak bisa ditunda. Negara harus hadir, bukan hanya dalam angka statistik, tapi dalam pelukan dan bantuan nyata di depan pintu rumah warga,” tegas Teh Celly dengan penuh haru.
Langkah Konkret: Penanganan Medis hingga Nutrisi
Tidak sekadar berkunjung, Teh Celly memastikan langkah penanganan segera dilakukan untuk keluarga Bapak Didin (ayah Riri):
- Kesehatan: Langkah penanganan medis dan bantuan nutrisi segera disalurkan melalui kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional.
- Pendidikan: Membantu komunikasi agar Riri dapat melanjutkan pendidikan melalui Program Paket B dan C (PKBM).
- Pemberdayaan: Memberikan fasilitas kursus memasak guna mewujudkan cita-cita Riri yang ingin menjadi seorang koki profesional.
Apresiasi Kolaborasi Lintas Sektor
Teh Celly juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Penjabat Bupati Purwakarta, Om Zein, yang telah bergerak cepat memberikan bantuan Rumah Layak Huni (Rulahu) bagi keluarga Bapak Didin.
“Hatur nuhun kepada Pak Bupati yang telah memberikan Rulahu. Ke depan, kami akan dampingi Riri agar masa depannya kembali cerah. Kami ingin mimpi Riri menjadi koki bukan hanya sekadar harapan, tapi kenyataan,” tambah Teh Celly.
Memperkuat Kolaborasi Program
Usai kunjungan tersebut, Teh Celly langsung melanjutkan agenda sosialisasi bersama para mitra untuk memperkuat kolaborasi program ke depan. Langkah ini diambil guna memastikan kasus serupa seperti yang dialami Ade Riri dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat melalui sistem yang terintegrasi antara pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional.
Kisah di Kecamatan Bojong ini menjadi simbol komitmen bahwa setiap warga negara, sekecil apa pun suaranya, berhak mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan yang layak demi masa depan Indonesia yang lebih baik.







Tinggalkan Balasan