Teh Celly Dorong Penambahan Titik Makan Bergizi Gratis di Purwakarta

|

3 Views

PURWAKARTA, INFODEMOKRASI.ID – Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Jawa Barat. Dalam sosialisasi terbaru yang digelar di Purwakarta, Teh Celly memberikan catatan kritis sekaligus solusi konkret terkait implementasi program tersebut yang dinilai masih memerlukan akselerasi besar.

Teh Celly mengungkapkan bahwa berdasarkan data lapangan terkini, sebaran Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purwakarta masih jauh dari kata ideal untuk meng-cover seluruh siswa yang ada.

Evaluasi Sebaran: Purwakarta Baru Miliki 137 Titik

Dalam paparannya, Teh Celly membedah data distribusi titik pelayanan gizi di wilayah Purwakarta. Hingga saat ini, tercatat baru ada 137 titik SPPG yang beroperasi dan siap melayani kebutuhan gizi siswa.

“Angka 137 titik ini, jika kita bandingkan dengan total jumlah siswa dari tingkat PAUD hingga SMP di seluruh pelosok Purwakarta, jelas masih sangat kurang. Kita tidak ingin ada diskriminasi gizi; di mana siswa di pusat kota terlayani, sementara yang di pinggiran atau pedesaan belum tersentuh karena jarak tempuh yang jauh,” tegas Teh Celly di hadapan para pengelola pendidikan dan orang tua murid.

Ia menekankan bahwa idealnya, jumlah titik pelayanan harus ditambah secara signifikan agar radius distribusi tetap terjaga dan kualitas makanan yang sampai ke tangan siswa tetap dalam kondisi prima (hangat dan segar).

Komitmen Nyata: Pembangunan Rumah Aspirasi Teh Celly

Sebagai bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat, Teh Celly mengumumkan sebuah langkah terobosan dengan membangun Rumah Aspirasi Teh Celly. Fasilitas ini bukan sekadar kantor administratif, melainkan akan difungsikan sebagai Rumah Aduan Masyarakat yang berfokus pada isu-isu krusial.

“Saya berkomitmen membangun Rumah Aspirasi ini sebagai ruang bagi warga untuk mengadu. Jika ada masalah kesehatan, atau jika ditemukan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang tidak sesuai standar—misalnya porsinya kurang, gizinya tidak seimbang, atau distribusinya terlambat—silakan lapor ke sini,” ujarnya.

Rumah Aspirasi ini nantinya akan memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Pusat Pengaduan Gizi: Wadah laporan jika ditemukan kualitas makanan SPPG yang buruk.
  2. Advokasi Kesehatan: Pendampingan bagi warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
  3. Verifikasi Data: Memastikan data penerima manfaat MBG (ibu hamil, balita, dan siswa) akurat dan tidak ada yang terlewat.

Integritas Program MBG: Gizi Tanpa Kompromi

Teh Celly mengingatkan para mitra kerja dan penyedia layanan gizi bahwa Program MBG adalah investasi jangka panjang negara. Oleh karena itu, ia tidak akan segan-segan memberikan teguran keras jika ditemukan penyimpangan dalam pemenuhan nutrisi.

“Rumah Aspirasi akan menjadi mata dan telinga saya di lapangan. Saya ingin memastikan bahwa anggaran negara yang dikucurkan untuk perut anak-anak kita benar-benar menjadi protein dan vitamin, bukan malah dikurangi kualitasnya demi keuntungan sepihak,” tambahnya.

Harapan Masyarakat Purwakarta

Warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyambut baik rencana pembangunan Rumah Aspirasi. Mereka berharap dengan adanya pengawasan ketat dari Teh Celly, program MBG di Purwakarta dapat berjalan lebih maksimal dan merata hingga ke desa-desa terpencil.

Penambahan titik SPPG juga diharapkan segera terealisasi agar target pemenuhan gizi nasional di tahun 2026 dapat tercapai sesuai dengan visi Asta Cita pemerintah dalam menciptakan generasi emas yang sehat dan cerdas.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *