PURWAKARTA, INFODEMOKRASI.ID – Ribuan warga Desa Maracang, Kabupaten Purwakarta, antusias menyerbu layanan cek kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh tokoh masyarakat Teh Celly bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan medis rutin, melainkan sebuah gerakan literasi kesehatan agar masyarakat lebih berdaya dalam menjaga kualitas hidup mereka.
Selain pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah, agenda utama dalam sosialisasi ini adalah membekali warga dengan pengetahuan teknis mengenai penggunaan alat kesehatan (Alkes) serta Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).
Cermat Alkes dan PKRT: “Jangan Polos Mengenal Alat Medis”
Salah satu poin krusial yang ditekankan Teh Celly adalah pentingnya kecermatan masyarakat dalam memilih dan menggunakan produk kesehatan di rumah. Ia mengingatkan bahwa saat ini banyak beredar alat kesehatan dan produk PKRT (seperti masker, termometer, alat tes mandiri, hingga cairan disinfektan) yang tidak memiliki izin edar resmi.
“Saya ingin warga Maracang dan Purwakarta secara umum tidak ‘polos’ atau sembarangan membeli alat kesehatan. Pastikan ada izin edar dari Kemenkes. Penggunaan alat yang salah atau produk yang ilegal bukan menyembuhkan, malah bisa membahayakan kesehatan keluarga kita,” tegas Teh Celly di lokasi kegiatan, kemarin.
Masyarakat diajarkan cara mengecek kode izin edar pada kemasan produk dan bagaimana menggunakan alat kesehatan sederhana di rumah—seperti tensimeter digital atau termometer—dengan cara yang benar agar hasilnya akurat.
Identifikasi Dini Penyakit Berbahaya
Dalam sesi sosialisasi tersebut, tim medis dari Kemenkes juga memaparkan bahaya penyakit-penyakit tidak menular (PTM) maupun penyakit menular yang sering terlambat dideteksi. Teh Celly mengajak warga untuk mulai mengenali sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh sebelum menjadi penyakit kronis.
“Penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan ginjal seringkali tidak bergejala di awal. Itulah mengapa cek kesehatan gratis ini penting. Kita ingin warga tahu sedini mungkin kondisi tubuhnya. Mencegah jauh lebih baik dan jauh lebih murah daripada mengobati,” tambahnya.
Warga diajak untuk memperhatikan gejala dini seperti sering haus yang berlebihan, luka yang sulit sembuh, hingga perubahan pola napas sebagai tanda adanya gangguan kesehatan serius.
Transformasi Pola Hidup Sehat
Sejalan dengan program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), Teh Celly juga menyoroti penggunaan PKRT sehari-hari, seperti sabun cuci tangan dan pembersih lantai, yang harus digunakan secara tepat untuk menjaga sanitasi lingkungan rumah tangga.
“Kesehatan itu dimulai dari rumah. Dari alat yang kita pakai, dari kebersihan yang kita jaga. Melalui sinergi dengan Kemenkes ini, saya berharap warga Maracang menjadi warga yang cerdas kesehatan, paham alat medis, dan mandiri dalam menjaga gizi seimbang,” ujar Teh Celly.
Antusiasme Warga Maracang
Seorang warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program ini. “Biasanya kita asal beli saja di pasar, yang penting murah. Baru sekarang tahu kalau alat kesehatan itu ada aturannya dan ada cara pakainya yang benar. Cek kesehatan gratis ini juga sangat membantu kami rakyat kecil,” ungkapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen Teh Celly untuk terus membawa program-program kesehatan dari pusat langsung ke tengah-tengah pemukiman warga di Jawa Barat, guna menciptakan masyarakat yang tangguh dan sadar kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.







Tinggalkan Balasan