Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih Serahkan Zakat via Baznas di Istana Negara

|

2 Views

JAKARTA, INFODEMOKRASI.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menunaikan kewajiban zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026). Langkah ini menjadi simbol keteladanan pimpinan tertinggi negara dalam mendukung optimalisasi pengelolaan dana umat secara nasional.

Didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden Prabowo melaksanakan prosesi ijab kabul pembayaran zakat yang dipandu langsung oleh Ketua Baznas. Suasana haru dan religius menyelimuti ruangan saat doa bersama dipanjatkan, memohon keberkahan bagi bangsa dan negara di tengah bulan suci Ramadan.

Zakat Sebagai Instrumen Pengentas Kemiskinan

Dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna yang digelar sesaat setelah prosesi tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, melainkan instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi.

“Pengelolaan zakat yang terkoordinasi dengan baik, transparan, dan profesional dapat menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang signifikan bagi bangsa. Ini adalah mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu menjangkau saudara-saudara kita yang membutuhkan di pelosok tanah air,” tegas Presiden Prabowo.

Teladan dari Kabinet Merah Putih

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh Kepala Negara, tetapi juga diikuti secara serentak oleh para Menteri Kabinet Merah Putih serta pimpinan lembaga tinggi negara. Secara bergantian, para pejabat negara mendatangi gerai-gerai Baznas yang telah disiapkan di area Istana untuk menunaikan zakat profesi maupun zakat mal mereka.

Kehadiran jajaran kabinet ini menunjukkan soliditas pemerintah dalam mendukung penguatan ekonomi syariah dan kepercayaan terhadap lembaga negara dalam mengelola dana sosial keagamaan.

Optimalisasi Potensi Zakat Nasional

Pemerintah mencatat bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar namun belum tergarap sepenuhnya. Presiden memberikan instruksi khusus kepada lembaga-lembaga ekonomi keagamaan untuk:

  • Modernisasi Layanan: Memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah masyarakat membayar zakat.
  • Transparansi: Melaporkan penyaluran dana secara akurat agar kepercayaan publik terus meningkat.
  • Tepat Sasaran: Memastikan bantuan sampai kepada delapan asnaf (golongan penerima zakat), terutama untuk program pendidikan dan kesehatan.

Harapan di Bulan Suci

Melalui momentum Ramadan 1447 H ini, pemerintah berharap gerakan cinta zakat ini menular ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pengusaha hingga aparatur sipil negara (ASN). Dengan pengelolaan yang semakin optimal, manfaat zakat diharapkan dapat dirasakan lebih luas, membantu menekan angka kemiskinan ekstrem, dan membawa keberkahan bagi stabilitas nasional di tahun 2026.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *