KARAWANG, INFODEMOKRASI.ID – Warisan leluhur berupa obat-obatan alami kembali menjadi sorotan utama di Karawang. Teh Celly (dr. Cellica Nurrachadiana) menggelar sosialisasi khusus mengenai obat bahan alam dan jamu di Kecamatan Tirtamulya pada Kamis (07/05/2026).
Bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar kembali meminati jamu sebagai alternatif kesehatan, sekaligus memberikan pemahaman cara membedakan produk herbal yang aman dan yang ilegal.
Jamu: Kekayaan Bangsa yang Harus Dijaga
Teh Celly menekankan bahwa Indonesia, khususnya wilayah seperti Karawang, memiliki kekayaan tanaman obat yang luar biasa. Menurutnya, jamu adalah solusi kesehatan yang murah dan efektif jika dikonsumsi dengan benar.
“Kita punya jahe, kunyit, temulawak, dan banyak lagi. Ini adalah ‘apotek hidup’ yang disediakan alam. Namun, masyarakat harus cerdas. Jangan sampai niatnya mau sehat dengan minum jamu, tapi malah terkena dampak buruk karena produknya tidak berizin,” ungkap Teh Celly di hadapan para kader dan warga Tirtamulya.
Edukasi BPOM: Waspadai Jamu Mengandung BKO
Pihak BPOM yang hadir sebagai mitra kerja memberikan penjelasan teknis mengenai bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) yang sering disalahgunakan oleh produsen nakal ke dalam produk jamu. Beberapa poin penting yang disampaikan BPOM antara lain:
- Cek KLIK: Mengajak warga selalu mengecek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli jamu.
- Ciri Jamu Berbahaya: Jamu yang memberikan efek instan (cespleng) biasanya patut dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ginjal dan hati.
- Legalitas: Memastikan produk memiliki nomor izin edar resmi dari BPOM (POM TR/TI/QD).
Dukungan untuk UMKM Jamu Lokal
Selain edukasi konsumen, Teh Celly juga mendorong para perajin jamu lokal di Tirtamulya untuk mulai mengurus perizinan dan standarisasi produksi. Ia berharap jamu khas Karawang bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami ingin UMKM jamu kita di Tirtamulya dibina oleh BPOM agar kualitasnya terjamin. Kalau sudah ada izin BPOM, masyarakat tidak akan ragu lagi untuk mengonsumsinya,” tambahnya.
Antusiasme Warga Tirtamulya
Kegiatan ini ditutup dengan sesi mencicipi jamu bersama yang diolah secara higienis. Warga nampak antusias bertanya mengenai cara pengolahan tanaman obat di rumah agar tetap terjaga khasiatnya.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan warga Tirtamulya tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga menjadi pelestari budaya minum jamu yang sehat dan aman bagi keluarga.







Tinggalkan Balasan