BEKASI, INFODEMOKRASI.ID โ Musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi kembali mencapai titik kritis menyusul laporan jebolnya tanggul Sungai Citarum. Menanggapi situasi darurat ini, Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., atau yang akrab disapa Teh Celly, menunjukkan kepedulian nyata dengan mengirimkan bantuan logistik secara masif. Langkah ini diambil untuk meringankan beban ribuan jiwa yang terdampak luapan air yang terjadi secara berulang.
Bantuan logistik tersebut difokuskan untuk menyisir warga di wilayah Bojongsari, Kedungwaringin, hingga Cikarang Timur. Ketiga wilayah ini tercatat sebagai titik terdalam rendaman air, di mana ketinggian banjir sempat memutus akses transportasi antar-desa. Melalui tim lapangan yang bergerak cepat, paket sembako, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya mulai didistribusikan langsung ke posko-posko pengungsian utama agar tepat sasaran.
Duka dari Jebolnya Tanggul Citarum
Kabar mengenai kembali jebolnya tanggul Sungai Citarum menjadi perhatian serius bagi Teh Celly dalam memantau kondisi dari jauh. Tragedi ini terasa semakin menyesakkan karena air yang sempat surut dilaporkan kembali meluap secara tiba-tiba, menerjang rumah warga yang baru saja mulai dibersihkan dari sisa lumpur.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan. Masyarakat di Kedungwaringin dan sekitarnya dilaporkan sudah lebih dari empat hari berada di pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas. Akibat luapan susulan, banyak warga mulai mengeluhkan krisis air bersih yang akut. Kebutuhan dasar untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) di pengungsian menjadi kendala utama yang dapat memicu masalah kesehatan baru.
“Situasi di mana warga harus bolak-balik membersihkan rumah namun kembali diterjang banjir karena tanggul jebol adalah tekanan mental yang luar biasa. Saya memantau terus laporan dari tim lapangan mengenai kondisi sanitasi dan kesehatan pengungsi di sana,” ujar Teh Celly dalam keterangannya.
Kebutuhan Nutrisi dan Kesehatan Pengungsi
Selain krisis air, Teh Celly menyoroti ketersediaan makanan siap saji yang menjadi kebutuhan paling mendesak. Mengingat dapur rumah tangga di pemukiman belum bisa berfungsi normal akibat rendaman air dan pemadaman listrik, pasokan gizi yang cukup menjadi prioritas. Sebagai seorang dokter, beliau memahami bahwa penurunan daya tahan tubuh di tengah lingkungan yang dingin dan lembap sangat berisiko bagi balita serta lansia.
Mendengar perjuangan warga menghadapi terjangan air yang berulang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana menyampaikan rasa empati yang mendalam. Meskipun saat ini beliau sedang mengemban tugas kedewanan di tempat lain, komunikasi dengan relawan dan otoritas setempat tidak pernah putus guna memastikan bantuan medis dan logistik terpenuhi.
“Meskipun saya tidak bisa hadir secara fisik di setiap detik di sana, doa dan dukungan moral saya sepenuhnya untuk masyarakat di Bojongsari, Kedungwaringin, dan Cikarang Timur. Bantuan yang dikirimkan adalah upaya awal untuk memastikan kebutuhan dasar warga tercukupi sementara waktu,” tambahnya.
Semangat dan Ketabahan di Tengah Ujian
Teh Celly secara khusus menyampaikan doa tulus bagi para korban agar tetap memiliki semangat di tengah ujian bencana yang melanda di awal tahun 2026 ini. Beliau sangat memahami kelelahan fisik dan mental yang dialami oleh para keluarga yang harus kehilangan harta benda dan kenyamanan rumah mereka.
“Harapan saya, semoga seluruh masyarakat diberikan kekuatan yang besar menghadapi cobaan ini. Saya mendoakan agar bapak, ibu, dan anak-anak semua senantiasa diberikan kesehatan dan kesabaran meski harus bertahan di tenda pengungsian dalam waktu yang cukup lama,” tutur mantan Bupati Karawang tersebut dengan penuh rasa haru.
Mendorong Solusi Infrastruktur Permanen
Sebagai langkah tindak lanjut yang lebih strategis, Teh Celly mendorong otoritas terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan kementerian teknis, untuk segera melakukan penanganan permanen terhadap tanggul Citarum yang sering jebol. Masalah infrastruktur ini dinilai tidak boleh lagi ditangani dengan solusi jangka pendek atau sekadar tumpukan karung pasir.
Teh Celly berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait percepatan pemulihan layanan kesehatan pascabanjir serta ketersediaan instalasi air bersih yang lebih tahan bencana. Beliau memastikan bahwa aspirasi masyarakat Bekasi terkait masalah banjir menahun ini akan menjadi perhatian utama di tingkat pusat melalui fungsi pengawasan yang beliau jalankan di DPR RI.
Dukungan dan doa dari dr. Hj. Cellica Nurrachadiana diharapkan dapat menjadi penguat bagi para korban di Kabupaten Bekasi. Beliau berjanji akan terus mendampingi proses pemulihan hingga air benar-benar surut dan masyarakat bisa kembali ke rumah untuk beraktivitas dengan normal dan aman.







Tinggalkan Balasan