JAKARTA, INFODEMOKRASI.COM — Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan fungsi representasi rakyat. Sepanjang hari ini, beliau terlibat dalam serangkaian agenda krusial, mulai dari penyelesaian konflik agraria di Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI hingga koordinasi strategis kesehatan di Kementerian Kesehatan RI.
Dalam pertemuan di BAM DPR RI, Teh Celly bersama pimpinan BAM, Adian Napitupulu dan Taufik Basari, menerima audiensi dari Walikota Subulussalam, Koperasi Perkebunan Hasil Sawit Bersama, serta aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi. Pertemuan tersebut membahas keresahan masyarakat terkait konflik lahan plasma yang telah berlarut-larut selama lebih dari satu dekade.
“Ini bukan sekadar sengketa lahan, tapi soal keadilan sosial. Bayangkan warga menunggu hak plasmanya lebih dari sepuluh tahun tanpa kepastian. Ini adalah alarm bahwa negara harus hadir,” tegas Teh Celly. Beliau berkomitmen bahwa BAM DPR RI akan mengawal persoalan ini hingga ke tingkat kementerian terkait demi memastikan perusahaan menjalankan kewajiban hukumnya.
Teh Celly secara khusus mengapresiasi langkah warga Desa Singkuang yang berjuang melalui jalur konstitusional dan kelembagaan koperasi. Sebagai tindak lanjut, BAM DPR RI akan mengeluarkan rekomendasi konkret dan memfasilitasi koordinasi dengan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya guna mengevaluasi izin usaha yang bermasalah serta mendorong pemerintah daerah untuk berpihak pada rakyat.
Tak berhenti di situ, agenda berlanjut dengan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan RI. Dalam diskusi tersebut, Teh Celly fokus pada upaya eliminasi Malaria, khususnya di wilayah endemis tinggi seperti Papua Tengah dan daerah timur Indonesia lainnya.
“Kami berdiskusi mengenai kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat eliminasi Malaria. Tantangan di daerah endemis memerlukan penanganan khusus dan dukungan logistik yang kuat,” ungkap beliau. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan program kesehatan nasional menjangkau wilayah pelosok secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana kembali membuktikan perannya sebagai jembatan aspirasi yang aktif. Beliau menegaskan bahwa DPR RI harus menjadi ruang yang tidak hanya mendengar, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan ekonomi maupun kesehatan yang dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.







Tinggalkan Balasan