JAKARTA, INFODEMOKRASI.COM — Estafet agenda kerja Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., berlanjut dengan rapat koordinasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI. Pertemuan ini menjadi krusial di tengah tantangan ekonomi global, di mana fokus utama diskusi tertuju pada jaminan perlindungan pekerja dan penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi muda.
Dalam rapat tersebut, Teh Celly menekankan bahwa tenaga kerja bukan sekadar angka statistik, melainkan pilar kekuatan bangsa yang harus dijaga martabatnya. Beliau mendorong Kemenaker untuk memastikan setiap kebijakan yang lahir memberikan rasa aman bagi para buruh, terutama terkait kepastian status kerja dan perlindungan hak-hak dasar.
“Tenaga kerja adalah kekuatan besar bangsa ini. Mereka berhak mendapatkan kebijakan yang berpihak dan memberikan rasa aman. Kita ingin memastikan bahwa perlindungan hukum dan kesejahteraan berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri,” ujar Teh Celly.
Selain masalah perlindungan, isu penyerapan lapangan kerja baru menjadi topik hangat dalam pembahasan. Teh Celly menyoroti pentingnya sinkronisasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Beliau mendesak optimalisasi program pelatihan keterampilan (vokasi) agar generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing secara kompetitif di pasar kerja yang kian dinamis.
Beliau juga memberikan catatan mengenai pentingnya up-skilling dan re-skilling bagi pekerja yang terdampak digitalisasi. Menurutnya, peningkatan keterampilan adalah kunci utama agar tenaga kerja lokal memiliki daya tawar yang tinggi di mata perusahaan nasional maupun internasional.
Rapat ini diakhiri dengan komitmen bersama antara DPR RI dan Kemenaker untuk terus mengevaluasi regulasi ketenagakerjaan agar lebih adaptif namun tetap mengutamakan keadilan. Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana memastikan akan terus mengawal implementasi kebijakan ini di lapangan demi mewujudkan ekosistem kerja yang sehat dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia.







Tinggalkan Balasan