Maraton Agenda Kesehatan: Teh Celly Kawal Penguatan JKN hingga Bahas Outlook Kesehatan 2026

|

3 Views

JAKARTA, INFODEMOKRASI.ID — Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes (Teh Celly), menjalani rangkaian agenda padat di sektor kesehatan pada hari ini, Kamis (12/2). Maraton kegiatan ini dimulai dari Rapat Kerja (Raker) strategis di Parlemen, Rapat Dengar Pendapat (RDP), hingga ditutup dengan partisipasi aktif dalam forum pakar skala nasional, Sarasehan Kesehatan Nasional Indonesia Public Health Outlook 2026.

Rangkaian agenda ini menjadi momentum krusial dalam merumuskan arah kebijakan kesehatan Indonesia, khususnya dalam memperkuat sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Fokus pada JKN: Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

Pagi hari Teh Celly dimulai dengan Raker Komisi IX bersama sejumlah mitra kunci, di antaranya Menteri Kesehatan, Ketua DJSN, Dewan Pengawas, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan. Fokus utama pertemuan ini adalah mengevaluasi efektivitas layanan BPJS Kesehatan dan memastikan keberlanjutan pendanaan JKN.

Bagi Teh Celly, setiap perdebatan kebijakan dalam rapat tersebut memiliki resonansi kemanusiaan yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa urusan kesehatan bukan sekadar urusan program atau statistik ekonomi.

“Di balik setiap angka yang kita bahas, ada keluarga yang menaruh harapan besar. Ada orang tua yang ingin sembuh, anak-anak yang harus tetap bisa sekolah tanpa terhambat sakit, dan masyarakat luas yang ingin merasa tenang dan aman saat mereka membutuhkan pertolongan medis,” ungkap Teh Celly dengan penuh empati.

Sarasehan Nasional: Menakar Masa Depan Kesehatan Publik

Puncak agenda hari ini adalah kehadiran Teh Celly dalam Sarasehan Kesehatan Nasional. Forum ini menjadi istimewa karena mempertemukan para pemangku kebijakan lintas sektor dan pakar kesehatan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, serta tokoh-tokoh kunci seperti Ketua Adinkes dr. M. Subuh dan Ketua Umum IAKMI Dedi Supratman.

Dalam forum yang dimoderatori oleh ahli kesehatan masyarakat, Hermawan Saputra—sosok yang diakui Teh Celly sebagai mitra diskusi krusial saat beliau menangani pandemi di Kabupaten Karawang—beliau tampil sebagai salah satu pembahas utama.

Belajar dari Senior dan Kolaborasi Lintas Fraksi

Di panggung sarasehan, Teh Celly bersinergi dengan kolega sekaligus seniornya di Komisi IX, Netty Prasetiyani Heryawan. Selain menjabat sebagai Ketua Kaukus Kesehatan, Netty bagi Teh Celly adalah sosok kakak dan mentor dalam dunia legislatif.

“Bersama Ibu Netty, saya semakin terpacu untuk terus belajar. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa suara rakyat dari daerah tersampaikan dengan landasan akademik yang kuat di tingkat kebijakan nasional,” tambahnya.

Forum tersebut juga melibatkan pandangan dari pakar kesehatan senior Prof. dr. Ascobat Gani serta pimpinan Komisi IX lainnya seperti drg. Putih Sari dan Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha. Fokus diskusi diarahkan pada bagaimana menghadirkan layanan kesehatan yang semakin adil, mudah diakses, dan benar-benar berpihak pada rakyat kecil.

Komitmen untuk JKN yang Lebih Adil

Kegiatan marathon hari ini ditutup dengan semangat optimisme. Teh Celly berkomitmen untuk terus mengawal setiap hasil diskusi agar bertransformasi menjadi kebijakan yang konkret. Beliau berharap ikhtiar ini dapat memperkuat fondasi JKN sehingga tidak ada lagi hambatan bagi warga untuk mendapatkan layanan kesehatan yang prima.

Di sela-sela padatnya agenda, Teh Celly juga menyempatkan diri memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene. “Semoga Ibu Ketua senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam memimpin kami memperjuangkan hak-hak kesehatan rakyat,” pungkasnya.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *