SERANG, INFODEMOKRASI.ID โ Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan strategis ke Provinsi Banten pada Sabtu (21/2/2026). Kunjungan yang dikemas dalam bingkai Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keagamaan, tetapi juga momen krusial bagi pemerintah untuk membedah tantangan pembangunan di wilayah Banten Selatan.
Bertempat di Kota Serang, Menko AHY bertemu langsung dengan jajaran Pengurus Besar Mathlaโul Anwar (MA), salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar dan tertua di Indonesia. Kehadiran AHY disambut hangat oleh Ketua Umum PB Mathlaโul Anwar, KH Embay Mulya Syarif, beserta tokoh-tokoh ulama dan akademisi dari Universitas Mathlaโul Anwar (UNMA).
Membedah Ketimpangan: Infrastruktur sebagai Kunci Kesejahteraan
Dalam dialog yang berlangsung khidmat, isu utama yang mencuat adalah kesenjangan pembangunan antara wilayah Banten Utara yang sudah sangat industrial dengan Banten Selatan yang masih tertinggal. Menko AHY secara spesifik menyoroti kondisi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang membutuhkan sentuhan infrastruktur lebih masif.
โDalam rangka silaturahmi Ramadan di Provinsi Banten, saya berkesempatan mendengarkan aspirasi terkait pentingnya penguatan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan di Banten Selatan. Kami melihat masih perlu adanya percepatan pembangunan agar aksesibilitas warga tidak terhambat,โ ujar Menko AHY.
Menurut AHY, konektivitas wilayah bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi utama untuk menekan angka kemiskinan. Tanpa jalan yang layak, petani di pelosok Lebak akan kesulitan membawa hasil buminya ke pasar, dan anak-anak sekolah akan terhambat aksesnya menuju lembaga pendidikan.
โSaya mengamini bahwa infrastruktur jalan, jembatan, maupun sarana dasar lainnya sangat berpengaruh terhadap pengurangan kemiskinan. Program-program prioritas harus dikawal agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat, bukan hanya menjadi angka di atas kertas,โ tambahnya.
Mathlaโul Anwar: Pilar Pendidikan Nasional
Ketertarikan Menko AHY terhadap Mathlaโul Anwar juga didasari oleh sejarah panjang organisasi ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Didirikan pada 10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Mathlaโul Anwar kini telah berkembang menjadi raksasa pendidikan dengan lebih dari 2.000 madrasah dan sekolah yang tersebar di seluruh nusantara.
Dengan basis massa mencapai 10 juta anggota dan simpatisan, MA dianggap sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). AHY memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi MA yang tetap eksis selama lebih dari satu abad dalam menghadirkan solusi bagi umat.
โTadi hadir juga Rektor Universitas Mathlaโul Anwar. Selain pendidikan tinggi, penguatan pendidikan dasar serta peran sosial dan kemanusiaan dari MA perlu terus kita dukung bersama. Pemerintah membutuhkan sinergi dengan organisasi seperti ini untuk memastikan inklusivitas pembangunan,โ kata AHY.
Konektivitas Digital dan Kewilayahan
Dalam pengembangan visi infrastruktur, Menko AHY juga menyinggung bahwa pembangunan kewilayahan di era sekarang tidak hanya soal aspal dan beton, tetapi juga tentang konektivitas digital. Wilayah Banten Selatan diharapkan tidak hanya terhubung secara fisik, tetapi juga terjangkau oleh jaringan internet untuk mendukung ekonomi kreatif dan pendidikan jarak jauh yang dikelola oleh madrasah-madrasah di bawah naungan Mathlaโul Anwar.
Pembangunan jembatan-jembatan baru di daerah aliran sungai di Lebak, misalnya, akan dipadukan dengan penguatan sarana dasar lainnya seperti sanitasi dan air bersih. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden dalam mempercepat pembangunan wilayah tertinggal guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sinergi Lintas Kementerian dalam Rombongan
Keseriusan Menko AHY dalam kunjungan ini terlihat dari komposisi rombongan yang mendampinginya. Turut hadir Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang memiliki keterkaitan erat dalam isu pemerataan penduduk dan pembangunan kawasan pedesaan. Selain itu, hadir pula Staf Khusus Menko seperti Agust Jovan Latuconsina, Herzaky Mahendra Putra, dan Arif Rachman.
Dari sisi Mathlaโul Anwar, KH Embay Mulya Syarif menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan angin segar bagi masyarakat Banten. โKami sangat menghargai kesediaan Menko AHY untuk turun langsung dan mendengar. Mathlaโul Anwar siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memastikan infrastruktur di Banten Selatan terbangun dengan baik,โ ungkap KH Embay.
Harapan Pasca-Kunjungan
Menutup Safari Ramadannya, Menko AHY berharap momentum bulan suci ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Ia berjanji akan membawa hasil dialog di Banten ini ke rapat koordinasi tingkat kementerian guna menentukan prioritas anggaran untuk perbaikan jalan-jalan rusak di Banten Selatan pada tahun anggaran berjalan.
Sinergi antara visi infrastruktur pemerintah dan kekuatan sosial pendidikan Mathlaโul Anwar diharapkan mampu membawa Provinsi Banten menuju era baru, di mana tidak ada lagi wilayah yang dianaktirikan dalam hal pembangunan.







Tinggalkan Balasan