BEKASI, INFODEMOKRASI.ID โ Upaya penguatan ketahanan kesehatan nasional terus dilakukan hingga ke level komunitas terkecil. Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes (Teh Celly), hadir memberikan semangat sekaligus arahan strategis dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Acara yang berlangsung interaktif ini difokuskan pada penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui aksi nyata bertajuk โCegah Penyakit Sejak Dini dengan Cek Kesehatan Gratis.โ
Kehadiran Teh Celly dalam agenda ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk pendampingan langsung seorang wakil rakyat sekaligus praktisi kesehatan kepada konstituennya. Kegiatan ini menjadi krusial di tengah pergeseran pola penyakit di masyarakat yang kini mulai didominasi oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang seringkali terdeteksi saat sudah dalam kondisi kronis.
Transformasi Paradigma: Sehat Sebagai Investasi Jangka Panjang
Dalam arahannya di hadapan ratusan warga Bekasi, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana menekankan bahwa kunci utama kualitas hidup yang baik bukan semata-mata terletak pada kecanggihan fasilitas pengobatan atau ketersediaan obat-obatan di rumah sakit. Lebih dari itu, faktor penentu kesehatan yang paling fundamental adalah kesadaran individu untuk melakukan deteksi dini secara konsisten.
Teh Celly mengajak masyarakat untuk melakukan transformasi paradigma secara total. Jika selama ini faskes hanya dianggap sebagai tempat berobat saat sakit, kini saatnya masyarakat proaktif mendatangi faskes untuk memantau kondisi tubuh saat masih terasa sehat.
“Saya selalu percaya bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kita bisa mulai dari langkah sederhana namun berdampak luar biasa, seperti rutin melakukan cek kesehatan berkala, menjaga pola makan bergizi seimbang, aktif bergerak minimal 30 menit sehari, dan cerdas mengelola stres. Ini adalah investasi jangka panjang agar tubuh kita tetap produktif hingga masa tua nanti,” ungkap Teh Celly dengan penuh antusiasme.
Menekan Angka Penyakit Tidak Menular (PTM)
Sebagai legislator yang membidangi sektor kesehatan, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menginisiasi program edukatif yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan tenaga medis profesional. Sinergi antara Komisi IX DPR RI dan Poltekkes Kemenkes Jakarta III ini merupakan langkah strategis untuk membumikan teori kesehatan menjadi praktik nyata di akar rumput.
Menurut beliau, angka penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung dapat ditekan secara signifikan jika masyarakat rutin melakukan skrining kesehatan. Poltekkes Kemenkes, sebagai lembaga pendidikan yang mencetak tenaga kesehatan berkualitas, memiliki peran vital dalam melakukan edukasi preventif yang berbasis pada data ilmiah namun disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam.
“Membangun bangsa yang besar harus dimulai dari rakyat yang sehat. Saya ingin semangat hidup sehat ini menular dari rumah ke rumah. Jika ibunya paham gizi, ayahnya rajin olahraga, maka anak-anaknya akan tumbuh dalam lingkungan yang kuat dan berdaya saing,” tambahnya.
Antusiasme Warga dan Layanan Kesehatan Gratis
Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh warga Bekasi. Mereka berbondong-bondong memanfaatkan berbagai fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan, mulai dari pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, cek kolesterol, hingga konsultasi gizi secara privat dengan para ahli dari Poltekkes Kemenkes.
Banyak warga yang mengaku merasa terbantu dengan kehadiran figur Teh Celly yang mau terjun langsung mendengarkan keluhan kesehatan mereka. Dialog dua arah yang terjadi di lokasi pemeriksaan memberikan ruang bagi warga untuk mendapatkan informasi kesehatan yang akurat langsung dari pakarnya.
Teh Celly berharap semangat Germas yang digelorakan dalam kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda satu hari saja. Beliau menginginkan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi budaya baru dalam setiap keluarga Indonesia, selaras dengan visi transformasi layanan primer yang sedang digencarkan pemerintah.
Komitmen Pengabdian Berkelanjutan
Menutup kegiatannya, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana memastikan bahwa program-program serupa akan terus didorong ke wilayah-wilayah lain. Keberhasilan sinergi antara dunia pendidikan (Poltekkes) dan dunia politik (DPR RI) dalam mengedukasi masyarakat merupakan modal sosial yang sangat kuat untuk mempercepat tercapainya Indonesia Sehat.
“Kita tidak boleh lelah mengingatkan masyarakat. Tugas saya di parlemen adalah memastikan anggarannya tersedia, namun tugas bapak dan ibu di rumah adalah menjaga pola hidup sehat. Mari kita buktikan bahwa warga Bekasi adalah masyarakat yang cerdas dalam menjaga nikmat kesehatan,” pungkasnya.
Melalui langkah kecil seperti cek kesehatan rutin, diharapkan beban pembiayaan kesehatan negara dapat berkurang, dan yang paling penting, kualitas hidup setiap individu rakyat Indonesia dapat meningkat secara merata.







Tinggalkan Balasan