KARAWANG, INFODEMOKRASI.ID – Upaya memperkokoh pemahaman nilai-nilai kebangsaan terus digelorakan hingga ke pelosok desa melalui agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Pada Jumat (18/09/2026), Anggota DPR, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, menggelar kegiatan sosialisasi kebangsaan tersebut di Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh ratusan peserta yang didominasi oleh para petani lokal, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga desa setempat.
Kecamatan Tempuran dipilih secara khusus sebagai lokasi kegiatan karena daerah ini merupakan salah satu lumbung padi strategis yang menopang ketahanan pangan di Karawang.
Dalam pemaparannya, Cellica menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar kumpulan teori atau norma formalitas belakangan ini.
Lebih dari itu, seluruh elemen Empat Pilar harus dijadikan sebagai panduan hidup berbangsa serta pedoman utama dalam merumuskan seluruh kebijakan publik.
Ia menyampaikan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.
Bentuk perwujudan keadilan sosial tersebut salah satunya adalah melalui pemenuhan hak-hak dasar serta peningkatan kesejahteraan hidup para petani di daerah.
“Petani adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Mengamalkan nilai-nilai kebangsaan berarti kita wajib memastikan hak-hak petani terpenuhi,” ujar Cellica.
Ia menambahkan bahwa perlindungan bagi petani harus mencakup kemudahan akses terhadap pupuk bersubsidi, ketersediaan air irigasi, hingga jaminan harga jual hasil panen yang stabil.
Menurut mantan Bupati Karawang tersebut, tanpa adanya kedaulatan dan kesejahteraan bagi para petani, cita-cita kemandirian bangsa di sektor pangan akan sulit diwujudkan secara optimal.
Oleh sebab itu, perjuangan di tingkat parlemen harus terus diselaraskan dengan kebutuhan riil para pelaku sektor pertanian yang bekerja keras di lapangan saban hari.
Cellica juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong di tengah dinamika perubahan zaman dan arus modernisasi yang kian masif masuk ke pedesaan.
Semangat gotong royong yang menjadi akar dari nilai-nilai Pancasila dinilai ampuh dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan dan pengelolaan pertanian lokal.
Melalui tradisi saling bantu antar-kelompok tani, tantangan permodalan hingga penanganan hama tanaman dapat dihadapi secara bersama-sama dengan lebih solid.
Selain menyampaikan paparan mengenai kebangsaan, forum sosialisasi ini juga dikemas sebagai ruang dialog interaktif untuk menyerap langsung berbagai aspirasi warga desa.
Para petani yang hadir memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan sejumlah kendala teknis yang kerap mereka hadapi selama musim tanam berlangsung.
Isu-isu seperti normalisasi saluran irigasi yang mendangkal, ketersediaan bibit unggul, serta perlindungan jaminan sosial bagi pekerja tani informal menjadi topik utama.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Cellica berkomitmen untuk membawa dan memperjuangkan seluruh aspirasi warga ke tingkat kementerian dan lembaga terkait.
Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan kewajibannya untuk memastikan program-program pemerintah pusat dapat terserap secara tepat sasaran di wilayah Karawang.
Ia juga mengimbau pihak pemerintah daerah dan instansi teknis untuk selalu responsif terhadap setiap dinamika yang membelit para petani di lapangan.
Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga legislatif diyakini mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai permasalahan pertanian.
Acara sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi santai serta foto bersama antara Cellica Nurrachadiana dengan seluruh tokoh dan warga Desa Pagadungan.
Para peserta yang hadir menyambut positif kehadiran Cellica dan mengapresiasi perhatian berkelanjutan yang ditunjukkannya terhadap masyarakat Tempuran.
Kehadiran sosok wakil rakyat di tengah-tengah desa dinilai memberikan suntikan semangat tersendiri bagi warga untuk terus berkarya dan menjaga nilai kebangsaan.
Cellica berharap melalui sosialisasi ini, pemahaman terhadap Pancasila dan UUD 1945 tidak hanya berhenti pada tataran wacana akademis belakangan ini semata.
Ia menginginkan agar nilai-nilai luhur bangsa tersebut betul-betul diresapi dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari di pedesaan.
Dengan membumikan Empat Pilar di kawasan sentra pertanian, diharapkan stabilitas sosial dan ketahanan nasional dapat terbangun kokoh dari akar rumput.
Pembangunan bangsa yang berkelanjutan memang harus dimulai dengan memperkuat fondasi kedaulatan warga yang tinggal di wilayah pedesaan.
Melalui komitmen bersama ini, Desa Pagadungan diharapkan dapat menjadi percontohan desa mandiri yang memegang teguh nilai kebangsaan dan sukses mengelola potensi daerahnya.







Tinggalkan Balasan