Tekan Angka Fatherless, Cellica Nurrachadiana Bersama BKKBN Gelorakan Gerakan Ayah Teladan Indonesia

|

10 Views

KARAWANG, INFODEMOKRASI.ID – Isu ketahanan keluarga dan penguatan peran orang tua kembali menjadi sorotan utama dalam upaya mencetak generasi emas Indonesia yang berkualitas di masa depan.

Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, menyambut positif dan mendukung penuh sinergi program bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Melalui sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), perhatian publik diajak untuk kembali menengok pentingnya peran sosok ayah dalam pengasuhan anak secara langsung.

GATI mengusung sejumlah aksi nyata yang terlihat sederhana namun berdampak mendalam, seperti gerakan wajib ayah mengantar anak di hari pertama sekolah hingga mendampingi dan mengambil rapor hasil belajar.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas hadirnya Program GATI ini. Ini adalah langkah konkret yang sangat bagus untuk menjawab persoalan ketahanan keluarga,” ujar Cellica saat memberikan arahannya di Karawang.

Menurutnya, fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan pengasuhan oleh figur ayah di Indonesia saat ini sudah berada pada tahap yang membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak.

Kondisi fatherless tidak hanya diukur dari keberadaan fisik semata, melainkan dari sejauh mana kehadiran emosional, komunikasi, dan perhatian seorang ayah dalam tumbuh kembang anak-anaknya.

Kehadiran sosok ayah di momen-momen krusial, seperti mengantar sekolah pertama kali atau mengambil rapor, memberikan rasa aman dan dorongan kebanggaan mental yang luar biasa bagi sang anak.

“Anak-anak butuh merasa didengar dan didampingi. Kehadiran ayah saat ambil rapor bukan sekadar urusan formalitas melihat nilai, melainkan bentuk pengakuan bahwa proses belajar mereka dihargai,” tegas Cellica.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi sektor kesehatan dan kependudukan, Cellica mendorong agar edukasi pengasuhan responsif (responsive parenting) ini terus dimaksimalkan hingga ke tingkat desa dan RT/RW.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pengasuhan anak tidak boleh lagi dibebankan secara sepihak kepada sosok ibu saja, melainkan harus dipikul bersama dalam ikatan keluarga yang harmonis.

Keterlibatan aktif kedua orang tua dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai isu sosial remaja, mulai dari perundungan, penurunan kesehatan mental, hingga risiko penyalahgunaan zat berbahaya.

Sinergi antara DPR RI dan BKKBN ini diharapkan mampu menggugah kesadaran para ayah di seluruh Indonesia untuk lebih mengalokasikan waktu berkualitas (quality time) bersama keluarga di tengah kesibukan kerja.

Cellica optimis, melalui penguatan peran ayah di ranah domestik, angka fatherless di tanah air dapat ditekan secara bertahap demi melahirkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter.

Avatar Marwan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *