JAKARTA, INFODEMOKRASI.ID – Kondisi perekonomian domestik menunjukkan pergerakan yang dinamis namun tetap berada dalam jangkauan target sasaran pemerintah dan bank sentral.
Berdasarkan data makroekonomi terbaru yang dirilis pada Kamis (21/05/2026), angka inflasi tahunan (year-on-year) nasional kini menyentuh level 3,08 persen.
Realisasi angka inflasi tersebut dinilai oleh sejumlah pengamat ekonomi masih berada dalam batas aman dan mencerminkan stabilitas harga barang baku yang terjaga.
Meskipun terkendali, pergerakan inflasi ini tetap mendapat pengawalan ketat demi menjaga momentum pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat di akar rumput.
Pemicu utama inflasi pada bulan ini masih didominasi oleh fluktuasi harga pada kelompok pengeluaran bahan pangan pokok, tarif transportasi, serta sektor jasa.
Adanya momentum libur panjang dan dinamika cuaca di beberapa daerah sentra produksi pangan turut memberikan andil terhadap kenaikan harga komoditas musiman.
Pemerintah pusat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan operasi pasar secara berkala guna menekan lonjakan harga pangan yang terlalu ekstrem.
Langkah taktis tersebut dinilai efektif dalam meredam gejolak harga komoditas sensitif seperti beras, cabai, dan minyak goreng di pasar-pasar tradisional.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus menyelaraskan kebijakan moneter untuk memastikan bahwa likuiditas di pasar tetap seimbang dan mendukung target inflasi nasional.
Sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter bank sentral menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas makroekonomi domestik.
Para pelaku usaha menyambut baik stabilitas angka inflasi ini karena memberikan kepastian yang lebih terukur dalam menentukan arah investasi jangka pendek.
Masyarakat pun diharapkan tetap tenang mengingat ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok secara nasional dipastikan aman untuk beberapa bulan ke depan.







Tinggalkan Balasan